-
Muhammad Abrar
- 20 Jun 2026
itu harus siap saat MTQ berlangsung. Kalau selesai setelah MTQ berakhir, lalu untuk apa tujuan awal proyek itu dibuat?" ujar seorang masyarakat Kuansing yang enggan disebutkan namanya.
Menurut sejumlah kalangan, kontraktor hanya menjalankan pekerjaan berdasarkan masa pelaksanaan yang tertuang dalam kontrak. Namun, soal kapan pekerjaan dimulai dan berapa lama waktu yang diberikan merupakan bagian dari perencanaan yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR sebagai pengguna anggaran sekaligus pihak yang menyusun kebutuhan teknis proyek.
Karena itu, apabila nantinya bangunan utama MTQ tidak dapat difungsikan secara maksimal pada saat ribuan peserta dan tamu dari seluruh kabupaten dan kota se-Riau hadir di Kuantan Singingi, maka Dinas PUPR dinilai tidak bisa lepas tangan dengan alasan proyek masih berada dalam masa kontrak.
"Kalau selesai atau tidak, itu sudah menjadi marwah PUPR. Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya bangunan, tetapi nama baik daerah. Publik tidak melihat masa kontrak, publik melihat apakah saat MTQ berlangsung Astaqa sudah siap atau belum," ujar sumber