-
Muhammad Abrar
- 20 Jun 2026
kepada publik tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka lihat.
"Kalau memang ada sistem dua shift dan lembur siang-malam, tentu masyarakat berharap bisa melihat aktivitas itu. Jangan sampai pernyataan yang disampaikan berbeda dengan kenyataan di lapangan. Masyarakat hanya ingin mendapatkan informasi yang sebenarnya," ujar seorang warga.
Sorotan ini semakin menguat mengingat sebelumnya Kepala Dinas PUPR Kuansing juga menyatakan progres pembangunan inti Astaka telah mencapai 95 persen. Sementara kondisi fisik bangunan yang terlihat saat ini masih didominasi struktur tiang dan balok beton, dengan bagian atap yang belum tampak terpasang secara utuh, dinding yang belum terbentuk sempurna, serta lantai yang masih berupa cor.
Sejumlah kalangan menilai, dalam situasi seperti ini, keterbukaan informasi menjadi sangat penting. Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya penyelesaian sebuah bangunan, tetapi juga kepercayaan publik terhadap institusi yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.
"Masyarakat tidak menuntut hal yang muluk-muluk. Kalau memang ada kendala, sampaikan apa adanya. Kalau progres belum sesuai target, katakan dengan jujur. Jangan