-
Muhammad Abrar
- 30 Mar 2026
pondok pesantren, sekaligus mendorong upaya pemenuhan gizi bagi generasi muda menuju visi Generasi Emas 2045 di daerah yang dikenal sebagai Kota Jalur tersebut.
Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selain menjadi tempat belajar ilmu agama, pesantren juga berperan dalam membentuk kepribadian, kedisiplinan, serta menanamkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
“Pondok pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga lembaga yang membentuk kepribadian, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan,” jelas Zulkarnain.
Pada kesempatan tersebut, Sekda juga menyampaikan pesan kepada Ketua Yayasan Mutiara Inshani Indonesia, Ade Hartati Rahmat, agar dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat melibatkan petani, peternak, serta pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan.
Menurutnya, keterlibatan potensi lokal dalam program tersebut akan memberikan dampak ganda, tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah.
“Kita harapkan kebutuhan program MBG ini dapat bersumber dari potensi lokal sehingga roda perekonomian masyarakat turut bergerak.