-
Muhammad Abrar
- 20 Jun 2026
KUANTAN SINGINGI – Menjelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau ke-44, fakta bahwa pembangunan Astaka utama belum rampung semakin sulit dibantah. Kondisi tersebut memicu gelombang kekecewaan di tengah masyarakat yang kini mendesak DPRD Kabupaten Kuantan Singingi untuk tidak tinggal diam dan segera memanggil serta mengevaluasi kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuansing.
Pasalnya, sejak awal masyarakat telah mengingatkan bahwa proyek Astaka yang menjadi ikon utama MTQ Provinsi Riau itu berpotensi tidak selesai tepat waktu. Berbagai pernyataan optimistis dari Dinas PUPR, mulai dari klaim progres mencapai 95 persen hingga penerapan sistem kerja siang dan malam, pada akhirnya dinilai tidak mampu menjawab kondisi riil di lapangan.
Kini, di ambang pelaksanaan MTQ yang hanya tinggal menghitung hari, bangunan utama yang seharusnya menjadi kebanggaan Kuantan Singingi justru masih menyisakan banyak pekerjaan.
"Kami minta DPRD jangan diam. Ini uang rakyat, ini marwah daerah. Jangan sampai setelah acara selesai semuanya dianggap selesai begitu saja. Harus ada