-
Muhammad Abrar
- 20 Jun 2026
KUANTAN SINGINGI – Tinggal menghitung hari menuju pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau 2026, namun bangunan Astaqa yang digadang-gadang menjadi ikon utama perhelatan tersebut justru masih jauh dari kata selesai. Kondisi ini bukan hanya memicu kekhawatiran masyarakat, tetapi juga mulai menyeret kemampuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kuantan Singingi dalam menyusun perencanaan proyek ke ruang pertanyaan publik.
Ironisnya, jadwal pelaksanaan MTQ Provinsi Riau bukanlah agenda dadakan. Waktu pelaksanaannya telah diketahui sejak jauh hari. Namun, proyek pembangunan Gedung Astaqa baru dimulai pada 31 Maret 2026 dengan masa kontrak 150 hari kerja atau diperkirakan baru berakhir pada akhir Agustus 2026, dua bulan setelah MTQ selesai dilaksanakan.
Akibatnya, muncul pertanyaan yang terus bergema di tengah masyarakat, apakah Dinas PUPR Kuansing benar-benar telah menghitung dengan matang kebutuhan waktu pengerjaan proyek sebesar Rp4,1 miliar tersebut? Ataukah ada kekeliruan dalam menyusun perencanaan sehingga proyek strategis yang menjadi wajah daerah justru terancam